M
MUBA BERSUARA
Portal Berita Musi Banyuasin
🔴 Breaking
News
Berita 20 Juni 2026, 11:19 WIB 240 Dibaca

Pecah Rekor Pertama Kali dalam Sejarah Muba Gaji 13 ASN Tertunda

M

AdminMuba

Administrator Website

Pecah Rekor Pertama Kali dalam Sejarah Muba Gaji 13 ASN Tertunda
Foto: Dokumentasi Pecah Rekor Pertama Kali dalam Sejarah Muba Gaji 13 ASN Tertunda

SEKAYU, MUBA BERSUARA —

mubabersuara.web.id - Sekayu, Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Untuk pertama kalinya dalam sejarah jalannya pemerintahan di Bumi Serasan Sekate, pembayaran Gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mengalami keterlambatan.

Penundaan yang belum pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya ini memicu gelombang keluhan tidak hanya dari kalangan pegawai, tetapi juga berdampak langsung pada lesunya urat nadi perekonomian di pasar-pasar tradisional.

Dampak keterlambatan ini sangat terasa pada aktivitas perdagangan. Sejak sepekan terakhir, pusat-pusat perbelanjaan seperti Pasar Randik dan Pasar Perjuangan Sekayu kehilangan gairah.

Keterlambatan ini menjadi pukulan telak bagi ribuan ASN di lingkungan Pemkab Muba. Bagi mereka, Gaji 13 merupakan tumpuan utama untuk menghadapi tahun ajaran baru sekolah anak-anak yang memerlukan biaya tidak sedikit.

Baca juga: Tuntas 100 Persen! Puluhan Ribu Pelanggan MEP Resmi Beralih ke PLN

Seorang ASN di salah satu dinas kedinasan Muba yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan rasa kecewanya. Ia mengaku bingung karena harus segera membayar uang masuk sekolah anaknya yang mendaftar ke jenjang SMA.

"Jujur, baru kali ini selama saya jadi ASN di Muba, Gaji 13 bisa telat masuk seperti ini. Biasanya menjelang pertengahan bulan sudah cair. Kami bingung, mana anak mau masuk sekolah baru, kebutuhan baju, buku, semuanya numpuk di bulan ini. Mau tidak mau terpaksa cari pinjaman dulu," keluhnya dengan nada masygul.

Keluhan serupa juga merembet ke masyarakat umum, yang ekonominya bergantung pada perputaran uang para ASN.

Kelesuan ekonomi di kalangan pegawai negeri ini langsung menjalar ke sektor riil. Selama ini, ASN merupakan salah satu motor penggerak utama daya beli masyarakat di Kota Sekayu. Ketika kantong mereka kering, pasar tradisional langsung terkena imbasnya.

Pantauan di Pasar Randik Sekayu menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan. Lorong-lorong pasar yang biasanya riuh oleh aktivitas tawar-menawar kini lengang. Para pedagang tampak hanya duduk melamun di depan tumpukan barang dagangan mereka yang tak kunjung tersentuh pembeli.

Mi (42), seorang pedagang di Pasar Randik, mengonfirmasi penurunan omset yang sangat drastis sejak isu penundaan Gaji 13 ini mencuat.

"Biasanya kalau musim anak masuk sekolah dan Gaji 13 cair, lapak baju seragam dan pakaian biasa pasti diserbu ibu-ibu. Sekarang tengoklah sendiri, mas, sepi nyenyet. Pembeli jangankan mau beli baju, lewat saja jarang. Omset turun lebih dari 60%. Perputaran uang di Sekayu ini memang sangat bergantung dengan duit pegawai (ASN)," katanya lesu.

Baca juga: Kejati Sumsel terima pengembalian uang korupsi Rp219 miliar

Tidak hanya pedagang pakaian, pedagang kebutuhan pokok dan bumbu dapur pun merasakan imbas yang sama. Daya beli masyarakat umum ikut melemah karena sirkulasi uang di tingkat daerah tersumbat.

sumber: harianmuba

Rekomendasi Sponsor

IKLAN DALAM ARTIKEL (NATIVE/BANNER 600x100)

Punya Informasi atau Berita dari Viral Muba?

Kirimi informasi, laporan warga, kegiatan masyarakat, atau berita menarik di Musi Banyuasin atau lainnya! kepada tim Muba Bersuara melalui Facebook Messenger.