M
MUBA BERSUARA
Portal Berita Musi Banyuasin
🔴 Breaking
News
Ekonomi 17 Juni 2026, 19:54 WIB 169 Dibaca

Pertalite Langka, Warga Sekayu Terpaksa Beli Eceran Rp 13.000 per Liter

M

AdminMuba

Administrator Website

Pertalite Langka, Warga Sekayu Terpaksa Beli Eceran Rp 13.000 per Liter
Foto: Dokumentasi Pertalite Langka, Warga Sekayu Terpaksa Beli Eceran Rp 13.000 per Liter

SEKAYU, MUBA BERSUARA —

SEKAYU, MUBABERSUARA.WEB.ID – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kian meresahkan warga dalam beberapa waktu terakhir. Antrean panjang yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memaksa pengendara mengambil jalan pintas: membeli Pertalite eceran meski harganya melonjak tajam.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga Pertalite di tingkat pengecer atau Pertamini yang sebelumnya berada di kisaran Rp 12.000 per liter, kini merangkak naik menjadi Rp 13.000 per liter. Meskipun lebih mahal dari harga resmi SPBU, opsi ini terpaksa diambil warga demi menghemat waktu dan menjaga mobilitas harian mereka tetap berjalan.

Pilih Eceran demi Hindari Antrean hingga 1 Jam

Bagi sebagian warga Sekayu, waktu yang terbuang di SPBU dinilai tidak sebanding dengan selisih harga BBM eceran.

Yuliani, seorang ibu rumah tangga di Sekayu, mengaku sangat keberatan jika harus mengantre lama, terlebih saat membawa anak kecil.

"Kalau nekat mengantre di SPBU demi mengejar harga resmi, antreannya bisa memakan waktu sampai 30 menit lebih. Kasihan kalau membawa anak kecil kepanasan. Jadi terpaksa membeli Pertalite eceran meskipun harganya jauh lebih mahal. Biasanya beli 3 liter cukup Rp 36.000, sekarang harus keluar uang sampai Rp 39.000," keluh Yuliani, Selasa (16/6/2026).

Hal senada diungkapkan oleh Ruzi Iskandar, seorang pengemudi mobil asal Sekayu. Menurutnya, antrean kendaraan untuk mengisi tangki mobil bisa memakan waktu hingga lebih dari satu jam. Hal ini jelas mengganggu produktivitas kerja.

"Stok Pertalite di SPBU sering kosong dan susah didapatkan. Kalau mau mengisi Pertalite 20 liter saja di SPBU, antreannya bisa 1 jam lebih. Waktu yang terbuang cukup banyak, sehingga kalkulasi ekonominya mending beli eceran saja agar kendaraan tetap bisa jalan untuk bekerja," cetus Ruzi dengan nada kecewa.

Warga sangat berharap agar PT Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) segera mengevaluasi jalur distribusi di Sekayu. Selain meminta pasokan dinormalkan, pemerintah juga diharapkan dapat menstabilkan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax agar selisih harganya tidak terlalu senjang, yang memicu penumpukan kendaraan di jalur subsidi.

Tanggapan Pertamina: Konsumsi Meningkat, Pasokan Dipastikan Aman

Menanggapi keluhan masyarakat Muba, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memastikan bahwa penyaluran Pertalite di wilayah Sekayu sebenarnya tetap berjalan sesuai alokasi dan mekanisme resmi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menjelaskan bahwa saat ini memang terjadi lonjakan atau peningkatan konsumsi Pertalite di sejumlah wilayah, termasuk di Kecamatan Sekayu.

"Pertamina terus memonitor penyaluran BBM secara berkala. Kami terus mengoptimalkan distribusi dan penyaluran agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik," ujar Rusminto dalam keterangan resminya, Rabu (17/6/2026).

Sebagai langkah antisipasi cepat, Pertamina telah melakukan beberapa tindakan strategis:

  • Prioritas Pengiriman: Berkoordinasi dengan SPBU setempat dan Integrated Terminal (IT) Palembang untuk memprioritaskan pengiriman pasokan ke SPBU yang mengalami lonjakan permintaan tinggi.
  • Pelaporan Real-Time: Meminta pihak SPBU melaporkan kondisi stok secara digital dan real-time agar penyesuaian distribusi (ritase) bisa dilakukan lebih cepat.
  • Pengaturan Lalu Lintas: Mengimbau SPBU mengoptimalkan petugas marshal (petugas pengatur jalur) serta berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat agar antrean tidak menimbulkan kemacetan di jalan raya.

Warga Diimbau Tidak Panic Buying

Pihak Pertamina menegaskan bahwa ketersediaan stok BBM untuk wilayah Sekayu dan sekitarnya berada dalam kondisi yang cukup. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

Bagi warga yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin melaporkan kendala terkait produk dan layanan, dapat langsung menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135.

Sumber Opini & Referensi: Kompas.id / Kompas.com

Rekomendasi Sponsor

IKLAN DALAM ARTIKEL (NATIVE/BANNER 600x100)

Punya Informasi atau Berita dari Viral Muba?

Kirimi informasi, laporan warga, kegiatan masyarakat, atau berita menarik di Musi Banyuasin atau lainnya! kepada tim Muba Bersuara melalui Facebook Messenger.