SEKAYU, MUBA BERSUARA —
mubabersuara.web.id – Dinamika pasar pangan nasional tengah mengalami pergeseran yang cukup drastis dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan pantauan data di lapangan, penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) disinyalir memberikan dampak berantai (multiplier effect) terhadap penurunan harga sejumlah komoditas pangan utama seperti daging ayam ras dan telur, sekaligus memulihkan pasokan susu UHT di pasaran.
Sebelumnya, masifnya penyerapan bahan baku untuk menyokong kebutuhan program hilirisasi pangan nasional sempat membuat pasokan di tingkat retail mengetat, tapi secara keseluruhan ekonomi masyarakat menengah kebawah kian stabil seiring di evaluasinya program ini.
Banyak masyarakat mengaku tidak berdampak terkait ada atau tidaknya program MBG,
Baca juga: Pembayaran Gaji ke-13 ASN MUBA Menunggu Transfer DBH dari Pemerintah Pusat
Salah fenomena, di mana sebuah gerai retail sempat memberlakukan pembatasan pembelian produk susu UHT maksimal 4 pcs per konsumen akibat terkendalanya supply dari pihak pemasok.
Namun, kondisi tersebut kini berbalik 180 derajat. Seiring jeda operasional program MBG, rak-rak penyimpanan retail terpantau kembali penuh dan dibanjiri stok susu yang melimpah.
Penurunan Harga Daging Ayam dan Telur Ras
Dampak paling signifikan dari jeda program ini dirasakan langsung di sektor peternakan unggas dan pasar tradisional.
Merujuk pada kompilasi pemberitaan media nasional, tren penurunan harga komoditas hewani ini sudah mulai merangkak turun sejak akhir Mei 2026.
Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga telur ayam ras dilaporkan merosot hingga menyentuh angka Rp 26.000 hingga Rp 29.000 per kilogram.
Penurunan ini beriringan dengan anjloknya harga daging ayam di tingkat peternak maupun pedagang pasar.
Banyak pedagang di pasar tradisional mengeluhkan kondisi pasar yang mendadak sepi pembeli. Berkurangnya serapan berskala besar yang biasa dialokasikan untuk pasokan program makan bergizi membuat sediaan di tingkat hilir menumpuk.
Akibatnya, hukum pasar berlaku: ketika pasokan melimpah namun permintaan pasar reguler cenderung stagnan atau berkurang, harga secara otomatis akan terkoreksi turun.
Upaya Penguatan Serapan di Tingkat Hilir
Menanggapi situasi anjloknya harga di tingkat peternak unggas, pemerintah dilaporkan mulai turun tangan guna menstabilkan harga pasar.
Langkah intervensi terus dirumuskan agar harga di tingkat peternak tidak jatuh di bawah Biaya Pokok Produksi (BPP), yang dapat merugikan keberlangsungan usaha peternak lokal.
Baca juga: ASN KSOP Palembang Ditahan, Diduga Raup Rp1,2 Miliar dari Pungutan Kapal di Sungai Lalan
Masyarakat dan pelaku industri kini tengah menanti bagaimana proyeksi kebijakan pangan ke depan, serta bagaimana skema penyerapan logistik yang akan diterapkan saat program hilirisasi melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diaktifkan secara normal.
sumber: IG BIG ALPHA
Rekomendasi Sponsor
